Saturday, September 28, 2013

Hamil dengan Miom ? Siapa Takut...
Hamil dengan Miom ? Siapa Takut...

Ahlikista.blogspot.com Bagaimana jika saat Anda hamil ternyata terdeteksi ada miom di rahim? Atau bagaimana kalau punya miom tapi positif hamil ?Apakah harus dikuret atau dibiarkan sampai bayinya lahir baru dilakukan tindakan penanganan?

Dimana Posisi Miom-nya ?

Bila miom terletak di rongga rahim, di bawah rahim, atau miom di dinding rahim, perlu diwaspadai karena dapat mendesak janin dan menyebabkan keguguran. Dokter akan memantau dengan cermat perkembangan miom ini selama masa kehamilan, untuk mengantisipasi bila mengalami pertambahan ukuran sehingga mengganggu janin maupun mempersulit proses persalinan. Jika tidak mengganggu, miom akan dibiarkan sampai masa kehamilan berakhir. Sekali pun miom telah diangkat melalui operasi (miomektomi) tapi masih memiliki kemungkinan tumbuh lagi, sekitar 10-15%. Namun, bila pertumbuhan miom tergolong “ganas” yaitu membesar dengan cepat dalam waktu singkat, dokter kandungan bisa saja mengambil tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) sekaligus setelah proses persalinan. Tapi, operasi histerektomi ini biasanya dihindari pada wanita usia subur.

Resiko pada kehamilan. Karena miom adalah tumor yang tumbuh di dalam rahim, maka pengangkatan miom jelas akan menimbulkan perdarahan serta akan langsung menganggu fungsi rahim serta janin. Miom tidak merebut makanan janin, sehingga bila dibiarkan untuk sementara sampai masa akhir kehamilan akan aman bagi janin. Selama ukuran miom belum mencapai 10 cm, diperkirakan keberadaannya di rahim tidak akan mengganggu tumbuh-kembang janin. Namun, perkembangan miom harus terus dipantau dokter kandungan yang merawat, sehingga dapat dipastikan tidak mengganggu janin. Gangguan yang dapat ditimbulkan miom antara lain kontraksi dini, perdarahan, dan jalan lahir tertutup.

Jika miom terus membesar dan mendesak janin, maka ada kemungkinan ibuhamil akan mengalami plasenta previa atau plasenta tumbuh di bawah rahim, yang kerap mengakibatkan perdarahan saat proses persalinan. Perdarahan ini sangat membahayakan jiwa si ibu. Juga, jika miom yang tumbuh selama masa kehamilan memiliki tangkai dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat ketika terpuntir. Kondisi tangkai miom yang terpuntir tersebut dapat menyebabkan kelainan letak janin. Apabila hal ini terjadi di tengah masa kehamilan, maka dokter akan melakukan tindakan operasi gawat darurat yang tidak direncanakan.

Ibu tetap bisa melahirkan normal. Selama miom yang terdapat di dalam rahimnya tidak mengganggu dan menghambat, atau mempersulit berlangsungnya proses persalinan alami, bayi tetap dapat dilahirkan secara alami. Tapi, bila miom tersebut menyebabkan proses persalinan alami berisiko tinggi, maka bayi akan dilahirkan melalui tindakan operasi Caesar.

dari : Ayahbunda
3:52 AM Unknown
Hamil dengan Miom ? Siapa Takut...
Hamil dengan Miom ? Siapa Takut...

Ahlikista.blogspot.com Bagaimana jika saat Anda hamil ternyata terdeteksi ada miom di rahim? Atau bagaimana kalau punya miom tapi positif hamil ?Apakah harus dikuret atau dibiarkan sampai bayinya lahir baru dilakukan tindakan penanganan?

Dimana Posisi Miom-nya ?

Bila miom terletak di rongga rahim, di bawah rahim, atau miom di dinding rahim, perlu diwaspadai karena dapat mendesak janin dan menyebabkan keguguran. Dokter akan memantau dengan cermat perkembangan miom ini selama masa kehamilan, untuk mengantisipasi bila mengalami pertambahan ukuran sehingga mengganggu janin maupun mempersulit proses persalinan. Jika tidak mengganggu, miom akan dibiarkan sampai masa kehamilan berakhir. Sekali pun miom telah diangkat melalui operasi (miomektomi) tapi masih memiliki kemungkinan tumbuh lagi, sekitar 10-15%. Namun, bila pertumbuhan miom tergolong “ganas” yaitu membesar dengan cepat dalam waktu singkat, dokter kandungan bisa saja mengambil tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) sekaligus setelah proses persalinan. Tapi, operasi histerektomi ini biasanya dihindari pada wanita usia subur.

Resiko pada kehamilan. Karena miom adalah tumor yang tumbuh di dalam rahim, maka pengangkatan miom jelas akan menimbulkan perdarahan serta akan langsung menganggu fungsi rahim serta janin. Miom tidak merebut makanan janin, sehingga bila dibiarkan untuk sementara sampai masa akhir kehamilan akan aman bagi janin. Selama ukuran miom belum mencapai 10 cm, diperkirakan keberadaannya di rahim tidak akan mengganggu tumbuh-kembang janin. Namun, perkembangan miom harus terus dipantau dokter kandungan yang merawat, sehingga dapat dipastikan tidak mengganggu janin. Gangguan yang dapat ditimbulkan miom antara lain kontraksi dini, perdarahan, dan jalan lahir tertutup.

Jika miom terus membesar dan mendesak janin, maka ada kemungkinan ibuhamil akan mengalami plasenta previa atau plasenta tumbuh di bawah rahim, yang kerap mengakibatkan perdarahan saat proses persalinan. Perdarahan ini sangat membahayakan jiwa si ibu. Juga, jika miom yang tumbuh selama masa kehamilan memiliki tangkai dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat ketika terpuntir. Kondisi tangkai miom yang terpuntir tersebut dapat menyebabkan kelainan letak janin. Apabila hal ini terjadi di tengah masa kehamilan, maka dokter akan melakukan tindakan operasi gawat darurat yang tidak direncanakan.

Ibu tetap bisa melahirkan normal. Selama miom yang terdapat di dalam rahimnya tidak mengganggu dan menghambat, atau mempersulit berlangsungnya proses persalinan alami, bayi tetap dapat dilahirkan secara alami. Tapi, bila miom tersebut menyebabkan proses persalinan alami berisiko tinggi, maka bayi akan dilahirkan melalui tindakan operasi Caesar.

dari : Ayahbunda

Thursday, September 26, 2013

Profil Kista dengan USG

Tidak boleh berandai-andai atau menerka-nerka apakah kita terkena kista atau tidak. Hal tersebut bahkan bisa menimbulkan stres berkepanjangan yang pada gilirannya bisa menciptakan kekacauan hormonal dalam tubuh. Bukankah salah satu kemungkinan penyebab kista yaitu karena sistem hormonal yang tidak seimbang ???

Sebaiknya apabila telah timbul kecurigaan tentang adanya kista atau tidak, jangan menunggu lama untuk melakukan Tes Abdnominal Ultrasound ( USG ).


Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG.

Meskipun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan terhadap perkembangan kista sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Bila memang ternyata tidak terlalu bermakna maka kista dapat diabaikan karena akan mengecil sendiri.

Pemeriksaan USG sangat berperanan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista dan lain sebagainya.

Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi kanker.

Sumber : blogdokter.net
2:09 AM Unknown
Profil Kista dengan USG

Tidak boleh berandai-andai atau menerka-nerka apakah kita terkena kista atau tidak. Hal tersebut bahkan bisa menimbulkan stres berkepanjangan yang pada gilirannya bisa menciptakan kekacauan hormonal dalam tubuh. Bukankah salah satu kemungkinan penyebab kista yaitu karena sistem hormonal yang tidak seimbang ???

Sebaiknya apabila telah timbul kecurigaan tentang adanya kista atau tidak, jangan menunggu lama untuk melakukan Tes Abdnominal Ultrasound ( USG ).


Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG.

Meskipun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan terhadap perkembangan kista sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Bila memang ternyata tidak terlalu bermakna maka kista dapat diabaikan karena akan mengecil sendiri.

Pemeriksaan USG sangat berperanan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista dan lain sebagainya.

Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi kanker.

Sumber : blogdokter.net

Wednesday, September 25, 2013

PCOG1 SIndroma ovarium polikistik (PCOS)  sebagai penyebab sulit hamil
PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)



Sindroma Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome /PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhal merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki-lakian/androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal kongenital), peningkatan hormon prolaktin /produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor /neoplasma yang memproduksi hormon androgen.
Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalah mengertikan. Banyak penderita mengira bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya.  Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur (ukuran 4- 8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “kista kecil-kecil”. Bukan kista yang berukuran besar yang menunjukkan adanya tumor indung telur.
Gejala dan Diagnosis
Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme/maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita.
Menurut Kriteria Rotterdam (2003) diagnosis PCOS ditegakkan apabila memenuhi 2 dari 3 gejala, (1) Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi (oligo- or anovulation) (2) Adanya tanda secara klinis atau biokimia hiperandogen atau (3) gambaran ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.
Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga adanya resistansi insulin, diabetes, dan obesitas semuanya sangat berkorelasi dengan kelainan ini.
Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas punya peluang sebanyak 50%-60% mengalami  PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan ( karena mengalami resistensi insulin )sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan maskulinisasi sepereti tubuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan  menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki.
Sindrom ovarium polikistik dan infertilitas
Ketidaksuburan/infertilitas adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik. Pada penelitian didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi yang juga mengalami gangguan haid (2-3 bulan sekali) ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Penderita mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga terjadi gangguan ovulasi. Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.
Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang.
Pengobatan
Adanya PCOS tidak berarti tidak akan hamil. Tapi mungkin berarti bahwa Anda akan memerlukan bantuan untuk membuat Anda berovulasi dengan normal. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan .
  • Menurunkan resistensi insulin
  • Menurunkan hormon androgen dan mengatur menstruasi.
Sindrom ovarium polikistik dan kesehatan jangka panjang
Ada beberapa masalah kesehatan jangka panjang terkait dengan PCOS. Wanita dengan PCOS punya kemungkinan lebih besar mengalami diabetes mellitus dikemudian hari. Mereka juga memiliki peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.  Wanita dengan PCOS juga memiliki peningkatan risiko kanker rahim.
Sumber : drprima.com
8:03 PM Unknown
PCOG1 SIndroma ovarium polikistik (PCOS)  sebagai penyebab sulit hamil
PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)



Sindroma Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome /PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhal merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki-lakian/androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal kongenital), peningkatan hormon prolaktin /produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor /neoplasma yang memproduksi hormon androgen.
Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalah mengertikan. Banyak penderita mengira bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya.  Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur (ukuran 4- 8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “kista kecil-kecil”. Bukan kista yang berukuran besar yang menunjukkan adanya tumor indung telur.
Gejala dan Diagnosis
Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme/maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita.
Menurut Kriteria Rotterdam (2003) diagnosis PCOS ditegakkan apabila memenuhi 2 dari 3 gejala, (1) Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi (oligo- or anovulation) (2) Adanya tanda secara klinis atau biokimia hiperandogen atau (3) gambaran ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.
Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga adanya resistansi insulin, diabetes, dan obesitas semuanya sangat berkorelasi dengan kelainan ini.
Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas punya peluang sebanyak 50%-60% mengalami  PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan ( karena mengalami resistensi insulin )sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan maskulinisasi sepereti tubuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan  menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki.
Sindrom ovarium polikistik dan infertilitas
Ketidaksuburan/infertilitas adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik. Pada penelitian didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi yang juga mengalami gangguan haid (2-3 bulan sekali) ternyata mengidap sindrom ovarium polikistik. Penderita mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga terjadi gangguan ovulasi. Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.
Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita sindrom ovarium polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang.
Pengobatan
Adanya PCOS tidak berarti tidak akan hamil. Tapi mungkin berarti bahwa Anda akan memerlukan bantuan untuk membuat Anda berovulasi dengan normal. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan .
  • Menurunkan resistensi insulin
  • Menurunkan hormon androgen dan mengatur menstruasi.
Sindrom ovarium polikistik dan kesehatan jangka panjang
Ada beberapa masalah kesehatan jangka panjang terkait dengan PCOS. Wanita dengan PCOS punya kemungkinan lebih besar mengalami diabetes mellitus dikemudian hari. Mereka juga memiliki peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.  Wanita dengan PCOS juga memiliki peningkatan risiko kanker rahim.
Sumber : drprima.com
kista ovarium

Berikut adalah jenis-jenis kista ovarium yang sering dialami oleh perempuan yang masih aktif secara reproduksi, yaitu:

1. Kista Folikuler

Kista folikuler merupakan jenis kista sederhana yang terbentuk jika proses ovulasi tidak terjadi atau ketika folikel matang pecah dengan sendirinya.

Kista folikuler biasanya terbentuk pada masa ovulasi dan bisa tumbuh hingga mencapai diameter 5-6 cm.

Pecahnya kista folikuler bisa menimbulkan rasa sakit tajam yang cukup parah pada bagian ovarium yang ditumbuhi kista.

Nyeri tajam ini, yang disebut juga mittelschmerz, muncul di tengah-tengah siklus mentruasi, pada saat ovulasi. Seperempat dari jumlah perempuan yang memiliki kista folikuler pernah merasakan nyeri.

Biasanya tidak ada gejala bersamaan dengan munculnya kista folikuler. Kista ini dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

2. Kista Corpus Luteum

Jenis kista ovarium fungsional ini terjadi setelah sel telur dilepaskan dari folikel. Setelah pelepasan telur, folikel akan berubah menjadi corpus luteum.

Jika kehamilan tidak terjadi, maka corpus luteum akan rusak dan hilang. Tapi bisa jadi corpus luteum tersebut diisi oleh cairan atau darah dan tetap tinggal di ovarium.

Pada kista corpus luteum biasanya tidak ada gejala yang muncul dan hanya terjadi pada salah satu sisi ovarium saja.

3. Kista Hemoragik (Hemorrhagic Cyst)

Kista hemoragik merupakan jenis kista ovarium fungsional yang terjadi jika ada perdarahan yang muncul pada kista. Gejala yang mungkin muncul adalah adanya sakit pada perut di salah satu sisi tubuh.

4. Kista Dermoid

Kista dermoid merupakan jenis tumor jinak yang kadang-kadang disebut sebagai teratoma kistik matang (mature cystic teratoma).

Kista dermoid merupakan kista abnormal yang biasanya memengaruhi perempuan muda dan bisa tumbuh hingga mencapai diameter 15 cm.

Kista dermatoid bisa berisi jaringan tubuh lain seperti lemak, kadang-kadang tulang, rambut, dan tulang rawan.

Hasil pemeriksaan USG dari jenis kista ini bisa bervariasi karena tergantung dari spektrum isinya.
Tapi, pemeriksaan CT scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) bisa menunjukkan adanya lemak dan kalsifikasi yang padat (dense calcifications).

Kista dermoid bisa menimbulkan peradangan. Kista dermoid juga bisa berputar (berubah posisi), kondisi ini disebut torsi ovarium (ovarian torsion), sehingga bisa membahayakan suplai darah pada ovarium dan menyebabkan nyeri perut yang hebat.

5. Endometrioma atau Kista endometrioid

Endometrioma atau Kista Endometrioid merupakan bagian dari kondisi yang dikenal dengan nama endometriosis.

Kista endometrioid terbentuk ketika jaringan endometrium muncul di ovarium.
Kista endometrioid memengaruhi perempuan selama masa reproduksi dan bisa menyebabkan nyeri kronis pada panggul yang berhubungan dengan menstruasi.

Endometriasis adalah kondisi dimana terdapat kelenjar dan jaringan endometrium di luar uterus.
Perempuan yang mengalami endometriosis mungkin akan memiliki masalah dengan kesuburan.
Kista endometrioid seringkali berisi darah gelap atau merah kecoklatan. Ukuran diameternya bervariasi yaitu antara 2-20 cm.

6. Polycystic-appearing Ovary

Polycystic-appearing ovary didiagnosis berdasarkan besarnya ukuran. Kista ini bisa berukuran dua kali lipat dari ukuran normal, ditandai dengan hadirnya kista kecil di sekitar bagian luar ovarium.
Kondisi ini bisa ditemukan pada perempuan sehat dan pada perempuan yang memiliki gangguan hormon endokrin. Pemeriksaan USG digunakan untuk mendeteksi jenis kista ini.

Polycystic-appearing ovary berbeda dari polycystic ovarian syndrome (PCOS). PCOS merupakan gejala dan kelainan fisiologis yang timbul akibat adanya kista ovarium.

Polycystic ovarian syndrome melibatkan risiko metabolik dan kardiovaskular terkait dengan resistensi insulin. Termasuk diantaranya peningkatan toleransi glukosa, diabetes tipe-2, dan tekanan darah tinggi.

Polycystic ovarian syndrome berkaitan dengan ketidaksuburan, perdarahan abnormal, peningkatan insiden keguguran, dan komplikasi dalam kehamilan.

Polycystic ovarian syndrome sangat umum terjadi dan diperkirakan dialami oleh 4-7 % dari jumlah perempuan dalam usia aktif reproduksi.

Polycystic ovarian syndrome juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker endometrium. Pemeriksaan selain USG diperlukan juga untuk mendiagnosis adanya polycystic ovarian syndrome.

7. Cystadenoma

Cystadenoma merupakan salah satu jenis tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium. Cystadenoma ini bisa berisi sejenis cairan lendir atau mukus.

Cystadenoma bisa tumbuh menjadi sangat besar, ukurannya diameternya bisa mencapai 60 cm.

Sumber : Amazine.co
5:17 AM Unknown
kista ovarium

Berikut adalah jenis-jenis kista ovarium yang sering dialami oleh perempuan yang masih aktif secara reproduksi, yaitu:

1. Kista Folikuler

Kista folikuler merupakan jenis kista sederhana yang terbentuk jika proses ovulasi tidak terjadi atau ketika folikel matang pecah dengan sendirinya.

Kista folikuler biasanya terbentuk pada masa ovulasi dan bisa tumbuh hingga mencapai diameter 5-6 cm.

Pecahnya kista folikuler bisa menimbulkan rasa sakit tajam yang cukup parah pada bagian ovarium yang ditumbuhi kista.

Nyeri tajam ini, yang disebut juga mittelschmerz, muncul di tengah-tengah siklus mentruasi, pada saat ovulasi. Seperempat dari jumlah perempuan yang memiliki kista folikuler pernah merasakan nyeri.

Biasanya tidak ada gejala bersamaan dengan munculnya kista folikuler. Kista ini dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

2. Kista Corpus Luteum

Jenis kista ovarium fungsional ini terjadi setelah sel telur dilepaskan dari folikel. Setelah pelepasan telur, folikel akan berubah menjadi corpus luteum.

Jika kehamilan tidak terjadi, maka corpus luteum akan rusak dan hilang. Tapi bisa jadi corpus luteum tersebut diisi oleh cairan atau darah dan tetap tinggal di ovarium.

Pada kista corpus luteum biasanya tidak ada gejala yang muncul dan hanya terjadi pada salah satu sisi ovarium saja.

3. Kista Hemoragik (Hemorrhagic Cyst)

Kista hemoragik merupakan jenis kista ovarium fungsional yang terjadi jika ada perdarahan yang muncul pada kista. Gejala yang mungkin muncul adalah adanya sakit pada perut di salah satu sisi tubuh.

4. Kista Dermoid

Kista dermoid merupakan jenis tumor jinak yang kadang-kadang disebut sebagai teratoma kistik matang (mature cystic teratoma).

Kista dermoid merupakan kista abnormal yang biasanya memengaruhi perempuan muda dan bisa tumbuh hingga mencapai diameter 15 cm.

Kista dermatoid bisa berisi jaringan tubuh lain seperti lemak, kadang-kadang tulang, rambut, dan tulang rawan.

Hasil pemeriksaan USG dari jenis kista ini bisa bervariasi karena tergantung dari spektrum isinya.
Tapi, pemeriksaan CT scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) bisa menunjukkan adanya lemak dan kalsifikasi yang padat (dense calcifications).

Kista dermoid bisa menimbulkan peradangan. Kista dermoid juga bisa berputar (berubah posisi), kondisi ini disebut torsi ovarium (ovarian torsion), sehingga bisa membahayakan suplai darah pada ovarium dan menyebabkan nyeri perut yang hebat.

5. Endometrioma atau Kista endometrioid

Endometrioma atau Kista Endometrioid merupakan bagian dari kondisi yang dikenal dengan nama endometriosis.

Kista endometrioid terbentuk ketika jaringan endometrium muncul di ovarium.
Kista endometrioid memengaruhi perempuan selama masa reproduksi dan bisa menyebabkan nyeri kronis pada panggul yang berhubungan dengan menstruasi.

Endometriasis adalah kondisi dimana terdapat kelenjar dan jaringan endometrium di luar uterus.
Perempuan yang mengalami endometriosis mungkin akan memiliki masalah dengan kesuburan.
Kista endometrioid seringkali berisi darah gelap atau merah kecoklatan. Ukuran diameternya bervariasi yaitu antara 2-20 cm.

6. Polycystic-appearing Ovary

Polycystic-appearing ovary didiagnosis berdasarkan besarnya ukuran. Kista ini bisa berukuran dua kali lipat dari ukuran normal, ditandai dengan hadirnya kista kecil di sekitar bagian luar ovarium.
Kondisi ini bisa ditemukan pada perempuan sehat dan pada perempuan yang memiliki gangguan hormon endokrin. Pemeriksaan USG digunakan untuk mendeteksi jenis kista ini.

Polycystic-appearing ovary berbeda dari polycystic ovarian syndrome (PCOS). PCOS merupakan gejala dan kelainan fisiologis yang timbul akibat adanya kista ovarium.

Polycystic ovarian syndrome melibatkan risiko metabolik dan kardiovaskular terkait dengan resistensi insulin. Termasuk diantaranya peningkatan toleransi glukosa, diabetes tipe-2, dan tekanan darah tinggi.

Polycystic ovarian syndrome berkaitan dengan ketidaksuburan, perdarahan abnormal, peningkatan insiden keguguran, dan komplikasi dalam kehamilan.

Polycystic ovarian syndrome sangat umum terjadi dan diperkirakan dialami oleh 4-7 % dari jumlah perempuan dalam usia aktif reproduksi.

Polycystic ovarian syndrome juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker endometrium. Pemeriksaan selain USG diperlukan juga untuk mendiagnosis adanya polycystic ovarian syndrome.

7. Cystadenoma

Cystadenoma merupakan salah satu jenis tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium. Cystadenoma ini bisa berisi sejenis cairan lendir atau mukus.

Cystadenoma bisa tumbuh menjadi sangat besar, ukurannya diameternya bisa mencapai 60 cm.

Sumber : Amazine.co

Tuesday, September 24, 2013

Gambar Kista Fungsional
KISTA FUNGSIONAL, Jinak tapi Tetap Perlu diwaspadai...

Kista yang bersifat jinak ini umumnya diderita oleh perempuan. Kista fungsional berasal dari folikel (rongga seperti kantung tempat tumbuhnya sel telur) dan corpus luteum (folikel yang telah melepaskan sel telur) Walaupun kista folikel dan corpus luteum bisa muncul secara normal selama siklus menstruasi tetapi mereka biasanya hilang dengan sendirinya sebelum memasuki siklus berikutnya. Jadi tanpa pengobatan kista fungsional ini akan menghilang dalam waktu 60 hari.

Kenali Gejalanya...

Pada umumnya kista fungsional jarang memberikan gejala pada si penderita. Gejala yang timbul adalah nyeri daerah pinggul, siklus mentruasi yang memanjang atau memendek dan payudara tegang seperti layaknya orang hamil. Bila kista telah tumbuh besar akan ditemukan suatu pembengkakan di perut bagian bawah. Bila kita berhubungan seks, kista ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Kenapa? karena kista tersebut menekan saluran kemih bagian bawah dan mengganggu aliran air seni.

Cara Mendeteksi...

Meskipun tidak membahayakan Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter! Pemeriksaan biasanya dengan gelombang suara ultra untuk dapat menentukan jenis kista secara spesifik. Sebagai pelengkap pemeriksaan USG, doker akan melihat struktur rongga perut secara langsung dengan laparaskopik.

Bila dokter mencurigai suatu kista sebagai kanker, dokter akan memeriksa kadar protein dalam darah yang disebut CA-125. Nilai normal CA-125 adalah di bawah angka 30.

Jika memang Anda masih mengalami menstruasi berarti Anda hanya menderita kista fungsional. Dokter hanya melihat dan menunggu selama 1-2 bulan dengan harapan kista itu akan hilang. Bila ternyata tetap ada atau bertambah besar, barulah dokter menyarankan operasi sebagai jalan keluarnya.

Hindari faktor-faktor pemicunya:

Pola Makan yang Tidak Baik
Pola makan 4 sehat 5 sempurna harus Anda jalani dengan benar. Bila Anda berniat diet, maka diet rendah lemak adalah yang terbaik. Tambahkan juga olahraga karena obesitas salah satu pemicu munculnya kista ini.

Penggunaan obat-obat Kesuburan Kimia..

Bila digunakan dalam waktu yang lama dan panjang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya kista ini. Terutama bila pemakainya tidak berhasil mencapai kehamilan.

Obat pelangsing

Karena bersifat diuretik (membuat jadi banyak buang air kecil) sehingga obat ini berakibat terganggunya keseimbangan hormon.

Sumber: Majalah Nirmala
5:06 AM Unknown
Gambar Kista Fungsional
KISTA FUNGSIONAL, Jinak tapi Tetap Perlu diwaspadai...

Kista yang bersifat jinak ini umumnya diderita oleh perempuan. Kista fungsional berasal dari folikel (rongga seperti kantung tempat tumbuhnya sel telur) dan corpus luteum (folikel yang telah melepaskan sel telur) Walaupun kista folikel dan corpus luteum bisa muncul secara normal selama siklus menstruasi tetapi mereka biasanya hilang dengan sendirinya sebelum memasuki siklus berikutnya. Jadi tanpa pengobatan kista fungsional ini akan menghilang dalam waktu 60 hari.

Kenali Gejalanya...

Pada umumnya kista fungsional jarang memberikan gejala pada si penderita. Gejala yang timbul adalah nyeri daerah pinggul, siklus mentruasi yang memanjang atau memendek dan payudara tegang seperti layaknya orang hamil. Bila kista telah tumbuh besar akan ditemukan suatu pembengkakan di perut bagian bawah. Bila kita berhubungan seks, kista ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Kenapa? karena kista tersebut menekan saluran kemih bagian bawah dan mengganggu aliran air seni.

Cara Mendeteksi...

Meskipun tidak membahayakan Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter! Pemeriksaan biasanya dengan gelombang suara ultra untuk dapat menentukan jenis kista secara spesifik. Sebagai pelengkap pemeriksaan USG, doker akan melihat struktur rongga perut secara langsung dengan laparaskopik.

Bila dokter mencurigai suatu kista sebagai kanker, dokter akan memeriksa kadar protein dalam darah yang disebut CA-125. Nilai normal CA-125 adalah di bawah angka 30.

Jika memang Anda masih mengalami menstruasi berarti Anda hanya menderita kista fungsional. Dokter hanya melihat dan menunggu selama 1-2 bulan dengan harapan kista itu akan hilang. Bila ternyata tetap ada atau bertambah besar, barulah dokter menyarankan operasi sebagai jalan keluarnya.

Hindari faktor-faktor pemicunya:

Pola Makan yang Tidak Baik
Pola makan 4 sehat 5 sempurna harus Anda jalani dengan benar. Bila Anda berniat diet, maka diet rendah lemak adalah yang terbaik. Tambahkan juga olahraga karena obesitas salah satu pemicu munculnya kista ini.

Penggunaan obat-obat Kesuburan Kimia..

Bila digunakan dalam waktu yang lama dan panjang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya kista ini. Terutama bila pemakainya tidak berhasil mencapai kehamilan.

Obat pelangsing

Karena bersifat diuretik (membuat jadi banyak buang air kecil) sehingga obat ini berakibat terganggunya keseimbangan hormon.

Sumber: Majalah Nirmala

Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Sumber : wikipedia.org
12:26 AM Unknown

Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Sumber : wikipedia.org

Monday, September 23, 2013

Ahli Kista untuk Wanita Indonesia
Blog ini didedikasikan untuk wanita Indonesia dengan tujuan sederhana yaitu menjadikan mereka SEHAT ( bagi yang sakit ), lebih sehat (bagi yang sehat), tetap sehat, dan selalu sehat. Wanita Indonesia haruslah kuat, sabar dan selalu bersemangat.

Berangkat dari keprihatinan yang sangat mendalam, begitu banyak wanita Indonesia menderita berbagai penyakit yang notabene hanya dimiliki wanita, pria tidak. Sedangkan upaya mereka untuk sembuh banyak terhambat berbagai faktor, seperti masalah finansial yang sangat tidak murah (Obat Mahal Punya Efek Memiskinkan), masalah efek samping obat kimia yang membahayakan, masalah akses pengobatan yang sulit, dan masalah-masalah lainnya. Mereka dibuat pusing tujuh keliling mencari kesembuhan.

Wanita adalah makhluk yang lembut, namun dibalik kelembutannya tersimpan sejuta masalah kesehatan yang sering menjadikan mereka tidak lagi lembut, tidak lagi ceria dan tidak lagi bersemangat. Kemurungan kemudian muncul karena mereka memiliki KISTA, MIOMa, Kanker Serviks, Keputihan, Kanker Payudara, Tyroid, dll.

Banyak solusi yang ditawarkan yang kesemuanya berujung pada kegundahan, gamang, ragu-ragu, takut mahal, takut tidak sembuh, takut efek samping yang berbahaya, kalau operasi takut tumbuh lagi, dll. Akhirnya sakit yang diderita tidak sembuh, sembuh sebentar terus kambuh lagi, stress, tambah penyakit baru. Naudzubillahimindzalik.

Ahli Kista hadir membuka diri kepada khalayak, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun secara intensif melakukan tindakan pengobatan secara offline. Ahli Kista berharap dapat memberikan solusi alternatif bagi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini, terutama terkait dengan Wanita dan Seputar Kista. Target utamanya tentu saja menjaring wanita-wanita Indonesia agar lebih sehat.

Salam Sehat...



1:12 AM Unknown
Ahli Kista untuk Wanita Indonesia
Blog ini didedikasikan untuk wanita Indonesia dengan tujuan sederhana yaitu menjadikan mereka SEHAT ( bagi yang sakit ), lebih sehat (bagi yang sehat), tetap sehat, dan selalu sehat. Wanita Indonesia haruslah kuat, sabar dan selalu bersemangat.

Berangkat dari keprihatinan yang sangat mendalam, begitu banyak wanita Indonesia menderita berbagai penyakit yang notabene hanya dimiliki wanita, pria tidak. Sedangkan upaya mereka untuk sembuh banyak terhambat berbagai faktor, seperti masalah finansial yang sangat tidak murah (Obat Mahal Punya Efek Memiskinkan), masalah efek samping obat kimia yang membahayakan, masalah akses pengobatan yang sulit, dan masalah-masalah lainnya. Mereka dibuat pusing tujuh keliling mencari kesembuhan.

Wanita adalah makhluk yang lembut, namun dibalik kelembutannya tersimpan sejuta masalah kesehatan yang sering menjadikan mereka tidak lagi lembut, tidak lagi ceria dan tidak lagi bersemangat. Kemurungan kemudian muncul karena mereka memiliki KISTA, MIOMa, Kanker Serviks, Keputihan, Kanker Payudara, Tyroid, dll.

Banyak solusi yang ditawarkan yang kesemuanya berujung pada kegundahan, gamang, ragu-ragu, takut mahal, takut tidak sembuh, takut efek samping yang berbahaya, kalau operasi takut tumbuh lagi, dll. Akhirnya sakit yang diderita tidak sembuh, sembuh sebentar terus kambuh lagi, stress, tambah penyakit baru. Naudzubillahimindzalik.

Ahli Kista hadir membuka diri kepada khalayak, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun secara intensif melakukan tindakan pengobatan secara offline. Ahli Kista berharap dapat memberikan solusi alternatif bagi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini, terutama terkait dengan Wanita dan Seputar Kista. Target utamanya tentu saja menjaring wanita-wanita Indonesia agar lebih sehat.

Salam Sehat...