Sunday, November 24, 2013

Endometriosis adalah suatu kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 10% dari wanita pada masa reproduksi mereka. Penelitian baru telah menemukan bahwa dua pestisida organoklorin - banyak sekali digunakan di Amerika Serikat untuk pengendalian hama dan pertanian tapi sekarang dilarang - terkait dengan peningkatan risiko kondisi kronis.
 
Para peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Pusat di Seattle, WA, menerbitkan hasil studi mereka dalam Environmental Health Perspectives, sebuah jurnal dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS).
 
Mereka mencatat bahwa meskipun endometriosis adalah bukan kanker, hal ini ditandai oleh jaringan - yang biasanya garis bagian dalam uterus atau rahim - tumbuh di luar dan melebar ke daerah lain atau organ, yang mempengaruhi ovarium, saluran tuba dan lapisan rongga panggul.
 
Gejala umum biasanya mencakup periode menstruasi yang menyakitkan, nyeri panggul dan infertilitas .
 
Kristen Upson, PhD, penulis studi di Epidemiologi Cabang NIEHS, mengatakan:
 
"Bagi banyak wanita, gejala endometriosis dapat menjadi kronis dan melemahkan, mempengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan, hubungan pribadi dan produktivitas kerja."
Karena endometriosis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh estrogen, Upson mencatat bahwa mereka "tertarik menyelidiki peran bahan kimia lingkungan yang memiliki sifat estrogenik, seperti pestisida organoklorin, terhadap risiko penyakit."

Pestisida meningkatkan risiko endometriosis dengan 30-70%

Farmer penyemprotan tanaman dengan pestisida
Di AS, pestisida tertentu yang tidak lagi digunakan masih dalam sampel darah dari wanita saat ini, dan studi baru-baru ini menghubungkan bahan kimia untuk peningkatan risiko endometriosis.
 
Menurut US Geological Survey (USGS), pestisida organoklorin adalah bahan kimia buatan manusia yang digunakan di masa lalu untuk masalah pertanian dan hama rumah tangga.
 
Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) adalah salah satu organoklorin yang paling terkenal, dan itu "sangat diterapkan di daerah-daerah pertanian," kata USGS. Meskipun jenis pestisida tidak lagi digunakan di Amerika Serikat, organisasi mencatat bahwa mereka masih ada di lingkungan.
Untuk melakukan studi mereka, para peneliti menggunakan data dari Risiko Perempuan studi Endometriosis, yang merupakan studi berbasis populasi kasus-kontrol dari endometriosis pada wanita berusia 18 - ke-49-tahun.
 
Ada 248 wanita yang baru saja didiagnosis dengan endometriosis dan 538 wanita tanpa kondisi yang menjabat sebagai kontrol.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki eksposur yang lebih tinggi untuk dua pestisida organoklorin - beta-hexachlorocyclohexane dan Mirex - memiliki 30-70% peningkatan risiko endometriosis.
 
Para penulis penelitian mengatakan mereka menemukan hal menarik bahwa jenis bahan kimia yang ditemukan dalam sampel darah wanita dari penelitian, meskipun fakta bahwa pestisida organoklorin telah dilarang di AS selama beberapa dekade.
 
"Pesan yang dibawa pulang dari studi kami," kata Upson, "adalah bahwa bahan kimia lingkungan terus-menerus, bahkan yang digunakan di masa lalu, dapat mempengaruhi kesehatan generasi sekarang perempuan usia reproduksi berkaitan dengan penyakit hormon "

'Sepotong teka-teki'

Penelitian ini penting, kata penulis, karena komunitas medis masih tidak sepenuhnya memahami mengapa beberapa wanita mengalami endometriosis sementara yang lainnya tidak.
 
Rekan penulis studi Prof Victoria Holt menambahkan bahwa penelitian mereka "memberikan sepotong teka-teki."
 
Mereka menunjuk studi laboratorium lain dari jaringan manusia yang telah menunjukkan pestisida organoklorin menampilkan "sifat estrogenik" dan "efek reproduksi yang merugikan," yang dapat mengubah rahim, indung telur dan produksi hormon.
 
"Mengingat tindakan ini," kata Upson, "itu masuk akal bahwa pestisida organoklorin dapat meningkatkan risiko penyakit estrogen-driven seperti endometriosis."
 
Medical News Today baru-baru ini melaporkan bahwa pestisida telah dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

Dikutip dari : http://www.medicalnewstoday.com 
8:24 PM Unknown
Endometriosis adalah suatu kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 10% dari wanita pada masa reproduksi mereka. Penelitian baru telah menemukan bahwa dua pestisida organoklorin - banyak sekali digunakan di Amerika Serikat untuk pengendalian hama dan pertanian tapi sekarang dilarang - terkait dengan peningkatan risiko kondisi kronis.
 
Para peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Pusat di Seattle, WA, menerbitkan hasil studi mereka dalam Environmental Health Perspectives, sebuah jurnal dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS).
 
Mereka mencatat bahwa meskipun endometriosis adalah bukan kanker, hal ini ditandai oleh jaringan - yang biasanya garis bagian dalam uterus atau rahim - tumbuh di luar dan melebar ke daerah lain atau organ, yang mempengaruhi ovarium, saluran tuba dan lapisan rongga panggul.
 
Gejala umum biasanya mencakup periode menstruasi yang menyakitkan, nyeri panggul dan infertilitas .
 
Kristen Upson, PhD, penulis studi di Epidemiologi Cabang NIEHS, mengatakan:
 
"Bagi banyak wanita, gejala endometriosis dapat menjadi kronis dan melemahkan, mempengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan, hubungan pribadi dan produktivitas kerja."
Karena endometriosis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh estrogen, Upson mencatat bahwa mereka "tertarik menyelidiki peran bahan kimia lingkungan yang memiliki sifat estrogenik, seperti pestisida organoklorin, terhadap risiko penyakit."

Pestisida meningkatkan risiko endometriosis dengan 30-70%

Farmer penyemprotan tanaman dengan pestisida
Di AS, pestisida tertentu yang tidak lagi digunakan masih dalam sampel darah dari wanita saat ini, dan studi baru-baru ini menghubungkan bahan kimia untuk peningkatan risiko endometriosis.
 
Menurut US Geological Survey (USGS), pestisida organoklorin adalah bahan kimia buatan manusia yang digunakan di masa lalu untuk masalah pertanian dan hama rumah tangga.
 
Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) adalah salah satu organoklorin yang paling terkenal, dan itu "sangat diterapkan di daerah-daerah pertanian," kata USGS. Meskipun jenis pestisida tidak lagi digunakan di Amerika Serikat, organisasi mencatat bahwa mereka masih ada di lingkungan.
Untuk melakukan studi mereka, para peneliti menggunakan data dari Risiko Perempuan studi Endometriosis, yang merupakan studi berbasis populasi kasus-kontrol dari endometriosis pada wanita berusia 18 - ke-49-tahun.
 
Ada 248 wanita yang baru saja didiagnosis dengan endometriosis dan 538 wanita tanpa kondisi yang menjabat sebagai kontrol.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki eksposur yang lebih tinggi untuk dua pestisida organoklorin - beta-hexachlorocyclohexane dan Mirex - memiliki 30-70% peningkatan risiko endometriosis.
 
Para penulis penelitian mengatakan mereka menemukan hal menarik bahwa jenis bahan kimia yang ditemukan dalam sampel darah wanita dari penelitian, meskipun fakta bahwa pestisida organoklorin telah dilarang di AS selama beberapa dekade.
 
"Pesan yang dibawa pulang dari studi kami," kata Upson, "adalah bahwa bahan kimia lingkungan terus-menerus, bahkan yang digunakan di masa lalu, dapat mempengaruhi kesehatan generasi sekarang perempuan usia reproduksi berkaitan dengan penyakit hormon "

'Sepotong teka-teki'

Penelitian ini penting, kata penulis, karena komunitas medis masih tidak sepenuhnya memahami mengapa beberapa wanita mengalami endometriosis sementara yang lainnya tidak.
 
Rekan penulis studi Prof Victoria Holt menambahkan bahwa penelitian mereka "memberikan sepotong teka-teki."
 
Mereka menunjuk studi laboratorium lain dari jaringan manusia yang telah menunjukkan pestisida organoklorin menampilkan "sifat estrogenik" dan "efek reproduksi yang merugikan," yang dapat mengubah rahim, indung telur dan produksi hormon.
 
"Mengingat tindakan ini," kata Upson, "itu masuk akal bahwa pestisida organoklorin dapat meningkatkan risiko penyakit estrogen-driven seperti endometriosis."
 
Medical News Today baru-baru ini melaporkan bahwa pestisida telah dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

Dikutip dari : http://www.medicalnewstoday.com 

Sunday, November 3, 2013

Kista adalah kantung dari jaringan yang dapat berisi udara, cairan, atau zat yang lebih solid lainnya. Sama seperti penyakit lainnya, kista bukan hanya sebatas kista. Kista juga memiliki jenis-jenis sendiri. Salah satunya adalah kista dermoid pada ovarium.

Tidak seperti kista ovarium lainnya, kista dermoid ini mempunyai bentuk yang menyerupai manusia, bahkan diantaranya ada yang memiliki gigi atau jaringan kelenjar tiroid. Namun tidak perlu khawatir karena kista ini tidak bersifat kanker. Tapi tetap harus diawasi terus untuk menghindari risiko.

Risiko yang dapat ditimbulkan adalah saat kista ini membesar dan akhirnya pecah. Pecahnya kista ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Bahkan sebelum jaringan kista dermoid pecah, ini sudah menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Ini karena kista dermoid merubah bentuk ovarium yang berefek pada tidak lancarnya aliran darah ke ovarium.

Kebanyakan perawatan dari kista ini tidaklah menghilangkan kistanya sepenuhnya, tapi hanya mengurangi gejalanya. Alternatif pembedahan pun tidak menjamin kista tidak muncul kembali. Metode holistik dapat digunakan untuk menghilangkan kista ini langsung ke sumbernya. Dilansir dari articlesurfing.com, keuntungan metode holistik adalah:

• Tidak menimbulkan efek samping karena bersifat alami
• Langsung menyerang ke sumber kista
• Tidak perlu adanya operasi
• Metode holistik juga mampu menyembuhkan emosional wanita
• Anda dapat mengontrol pengobatan dan perawatan secara langsung.

Metode holistik meliputi terapi herbal, terapi juice, terapi oksigen, food combining, balancing kalsium & kalium, terapi emotional, streching & olah raga, dan lain-lain. Prinsip yang harus dipegang teguh adalah bahwa massa sel abnormal bersifat reversible artinya bisa kembali normal seperti sedia kala.

Metode holistik adalah cara paling efektif untuk menangani kista dermoid.


Dikutip dari : vemale.com
7:50 PM Unknown
Kista adalah kantung dari jaringan yang dapat berisi udara, cairan, atau zat yang lebih solid lainnya. Sama seperti penyakit lainnya, kista bukan hanya sebatas kista. Kista juga memiliki jenis-jenis sendiri. Salah satunya adalah kista dermoid pada ovarium.

Tidak seperti kista ovarium lainnya, kista dermoid ini mempunyai bentuk yang menyerupai manusia, bahkan diantaranya ada yang memiliki gigi atau jaringan kelenjar tiroid. Namun tidak perlu khawatir karena kista ini tidak bersifat kanker. Tapi tetap harus diawasi terus untuk menghindari risiko.

Risiko yang dapat ditimbulkan adalah saat kista ini membesar dan akhirnya pecah. Pecahnya kista ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Bahkan sebelum jaringan kista dermoid pecah, ini sudah menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Ini karena kista dermoid merubah bentuk ovarium yang berefek pada tidak lancarnya aliran darah ke ovarium.

Kebanyakan perawatan dari kista ini tidaklah menghilangkan kistanya sepenuhnya, tapi hanya mengurangi gejalanya. Alternatif pembedahan pun tidak menjamin kista tidak muncul kembali. Metode holistik dapat digunakan untuk menghilangkan kista ini langsung ke sumbernya. Dilansir dari articlesurfing.com, keuntungan metode holistik adalah:

• Tidak menimbulkan efek samping karena bersifat alami
• Langsung menyerang ke sumber kista
• Tidak perlu adanya operasi
• Metode holistik juga mampu menyembuhkan emosional wanita
• Anda dapat mengontrol pengobatan dan perawatan secara langsung.

Metode holistik meliputi terapi herbal, terapi juice, terapi oksigen, food combining, balancing kalsium & kalium, terapi emotional, streching & olah raga, dan lain-lain. Prinsip yang harus dipegang teguh adalah bahwa massa sel abnormal bersifat reversible artinya bisa kembali normal seperti sedia kala.

Metode holistik adalah cara paling efektif untuk menangani kista dermoid.


Dikutip dari : vemale.com

Sunday, October 13, 2013


Seks harusnya mendatangkan kenikmatan, kebahagiaan, dan kehangatan hubungan suami dan istri. Namun, terkadang ada rasa nyeri baik di pihak pria maupun wanita yang bisa mengganggu, bahkan merusak kenikmatan dan makna seks. Apa saja sebabnya?

Penyebab nyeri saat bercinta memang banyak dan harus diketahui, kemudian dihilangkan demi kesempurnaan seks.

Berikut beberapa penyebabnya.

1. Vagina Kering: Umumnya nyeri disebabkan oleh vagina kering karena kurangnya rangsangan sebelum dilakukan penetrasi atau berkurangnya produksi lubrikasi lantaran usia yang menua.

2. Infeksi Jamur: Nyeri juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, konsumsi pil KB, ataupun penyakit kelamin.

3. Lecet: Ini bisa dikarenakan karena lemahnya permukaan vagina atau penis, sehingga mudah terjadi lecet. Atau, terkadang ada benda masuk, misalnya rambut kemaluan, yang menyebabkan lecet. Selain itu, gerakan yang ekstrem juga bisa menyebabkan lecet dan mengurangi kenikmatan bercinta.

4. Endometriosis: Profesor Ali Baziad, pakar kesehatan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, endometriosis merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini seringnya melakukan perlengketan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

Perlengketkan jaringan endometrium pada organ-organ di dalam panggul wanita inilah yang mengakibatkan nyeri saat melakukan hubungan seks. Ini wajar saja mengingat saat berhubungan seks, wanita menggunakan organ-organ di panggul.

sumber : intisari
8:27 PM Unknown

Seks harusnya mendatangkan kenikmatan, kebahagiaan, dan kehangatan hubungan suami dan istri. Namun, terkadang ada rasa nyeri baik di pihak pria maupun wanita yang bisa mengganggu, bahkan merusak kenikmatan dan makna seks. Apa saja sebabnya?

Penyebab nyeri saat bercinta memang banyak dan harus diketahui, kemudian dihilangkan demi kesempurnaan seks.

Berikut beberapa penyebabnya.

1. Vagina Kering: Umumnya nyeri disebabkan oleh vagina kering karena kurangnya rangsangan sebelum dilakukan penetrasi atau berkurangnya produksi lubrikasi lantaran usia yang menua.

2. Infeksi Jamur: Nyeri juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, konsumsi pil KB, ataupun penyakit kelamin.

3. Lecet: Ini bisa dikarenakan karena lemahnya permukaan vagina atau penis, sehingga mudah terjadi lecet. Atau, terkadang ada benda masuk, misalnya rambut kemaluan, yang menyebabkan lecet. Selain itu, gerakan yang ekstrem juga bisa menyebabkan lecet dan mengurangi kenikmatan bercinta.

4. Endometriosis: Profesor Ali Baziad, pakar kesehatan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, endometriosis merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini seringnya melakukan perlengketan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

Perlengketkan jaringan endometrium pada organ-organ di dalam panggul wanita inilah yang mengakibatkan nyeri saat melakukan hubungan seks. Ini wajar saja mengingat saat berhubungan seks, wanita menggunakan organ-organ di panggul.

sumber : intisari

Friday, October 11, 2013


Konon endometriosis menyebabkan infertilitas pada perempuan. Padahal perempuan yang tidak subur artinya sulit memiliki keturunan. Benarkah demikian?

"30-50 Persen wanita yang menderita endometriosis mengalami gangguan kesuburan," kata Prof. Dr. dr. Ali Baziad, SpOG(K), Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi, Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FKUI/RSCM.

Dengan persentase itu bukan berarti perempuan yang didiagnosis endometriosis pasti tidak bisa punya anak. Sebab banyak pula perempuan dengan endometriosis yang memiliki anak. Bahkan pada saat hamil, nyeri akibat endometriosis berkurang. Namun ini bukan berarti endometriosis bakal hilang saat perempuan hamil.

Dikutip dari endometriosis.org, sebenarnya secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya masalah infertilitas akibat berbagai penyakit, tidak hanya endometriosis. Usia pun turut mempengaruhi kesuburan perempuan.

endometriosis.org mengklaim 60-70 persen perempuan dengan endometriosis adalah perempuan subur. Akan tetapi setengahnya memiliki kesulitan untuk hamil meskipun sudah mendapatkan penanganan. Sering didengar juga bahwa masalah di tuba falopi yang menyebabkan perempuan kehilangan kesuburan adalah karena endometriosis. Padahal tak jarang infeksi radang panggul menjadi penyebab tersumbatnya tuba falopi yang mencegah pergerakan sel telur dan sperma.

Faktanya banyak wanita dengan endometriosis yang tidak kesulitan memiliki anak, dan beberapa perempuan lain yang setelah menunggu cukup lama (mungkin dengan bantuan operasi atau teknologi reproduksi) akhirnya hamil. Dalam suatu penelitian di Australia yang melibatkan 3.895 perempuan dengan endometriosis, 54 persen yang mencoba untuk hamil tidak berhasil dalam 12 bulan pertama usahanya. Namun 70 persen dari mereka akhirnya memiliki setidaknya satu anak.
Dalam banyak kasus masih belum diketahui benar mengapa perempuan dengan endometriosis lebih sulit hamil. Banyak teori yang telah diajukan akan tetapi masih banyak yang belum terbukti. Beberapa teori itu adalah:

1. Perlengketan pelvis menghambat pergerakan telur ke tuba falopi
2. Telur yang berkualitas buruk
3. Bahan kimia yang diproduksi oleh endometriosis menghambat pergerakan telur ke tuba falopi
4. Peradangan pada pelvis yang disebabkan oleh endometriosis merangsang produksi sel-sel yang menyerang sperma dan memperpendek masa hidupnya
5. Telur tidak dilepaskan dari ovarium setiap bulan. Hal ini dikenal sebagai anovulasi yang juga bisa dialamiperempuan tanpa endometriosis.

Meski tidak mematikan, endometriosis buytuh penanganan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Maklum saat nyeri melanda, yang bersangkutan sampai tidak bisa melakukan pekerjaan lainnya.

"Memang penyakit ini tidak bisa sembuh, tapi kalau dbiarkan itu akan membesar," ucap Prof Ali.

Sumber : health.detik.com
7:13 AM Unknown

Konon endometriosis menyebabkan infertilitas pada perempuan. Padahal perempuan yang tidak subur artinya sulit memiliki keturunan. Benarkah demikian?

"30-50 Persen wanita yang menderita endometriosis mengalami gangguan kesuburan," kata Prof. Dr. dr. Ali Baziad, SpOG(K), Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi, Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan, FKUI/RSCM.

Dengan persentase itu bukan berarti perempuan yang didiagnosis endometriosis pasti tidak bisa punya anak. Sebab banyak pula perempuan dengan endometriosis yang memiliki anak. Bahkan pada saat hamil, nyeri akibat endometriosis berkurang. Namun ini bukan berarti endometriosis bakal hilang saat perempuan hamil.

Dikutip dari endometriosis.org, sebenarnya secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya masalah infertilitas akibat berbagai penyakit, tidak hanya endometriosis. Usia pun turut mempengaruhi kesuburan perempuan.

endometriosis.org mengklaim 60-70 persen perempuan dengan endometriosis adalah perempuan subur. Akan tetapi setengahnya memiliki kesulitan untuk hamil meskipun sudah mendapatkan penanganan. Sering didengar juga bahwa masalah di tuba falopi yang menyebabkan perempuan kehilangan kesuburan adalah karena endometriosis. Padahal tak jarang infeksi radang panggul menjadi penyebab tersumbatnya tuba falopi yang mencegah pergerakan sel telur dan sperma.

Faktanya banyak wanita dengan endometriosis yang tidak kesulitan memiliki anak, dan beberapa perempuan lain yang setelah menunggu cukup lama (mungkin dengan bantuan operasi atau teknologi reproduksi) akhirnya hamil. Dalam suatu penelitian di Australia yang melibatkan 3.895 perempuan dengan endometriosis, 54 persen yang mencoba untuk hamil tidak berhasil dalam 12 bulan pertama usahanya. Namun 70 persen dari mereka akhirnya memiliki setidaknya satu anak.
Dalam banyak kasus masih belum diketahui benar mengapa perempuan dengan endometriosis lebih sulit hamil. Banyak teori yang telah diajukan akan tetapi masih banyak yang belum terbukti. Beberapa teori itu adalah:

1. Perlengketan pelvis menghambat pergerakan telur ke tuba falopi
2. Telur yang berkualitas buruk
3. Bahan kimia yang diproduksi oleh endometriosis menghambat pergerakan telur ke tuba falopi
4. Peradangan pada pelvis yang disebabkan oleh endometriosis merangsang produksi sel-sel yang menyerang sperma dan memperpendek masa hidupnya
5. Telur tidak dilepaskan dari ovarium setiap bulan. Hal ini dikenal sebagai anovulasi yang juga bisa dialamiperempuan tanpa endometriosis.

Meski tidak mematikan, endometriosis buytuh penanganan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Maklum saat nyeri melanda, yang bersangkutan sampai tidak bisa melakukan pekerjaan lainnya.

"Memang penyakit ini tidak bisa sembuh, tapi kalau dbiarkan itu akan membesar," ucap Prof Ali.

Sumber : health.detik.com

Thursday, October 10, 2013


Hindari Kerang & Kepiting

Bagi para wanita, berhati-hatilah bila gemar mengonsumsi makanan laut terutama kerang dan kepiting. Menurut para ahli, kerang dan kepiting dapat meningkatkan risiko munculnya jaringan rahim yang tumbuh di bagian lain tubuh. Gejala ini biasanya dikenal sebagai Endometriosis.

Endometriosis bisa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang rendah. Obesitas dan banyak mengkonsumsi makanan siap saji juga meningkatkan risiko terkena endometriosis. "Selain itu, makan makanan yang mengandung logam berat seperti kepiting dan kerang bisa memicu turunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh rentan terhadap endometriosis," dr. H. Andon Hestiantoro, Sp OG (K) Divisi Imunoendoktrinologi Reproduksi Dept. Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Endometriosis merupakan penyakit kronik dimana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) yang tumbuh di tempat lain di dalam tubuh. Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim disebabkan oleh darah menstruasi membalik dan masuk ke dalam rongga perut dan menempel.

Endometriosis menyebabkan rasa nyeri saat haid, buang air besar dan ketika melakukan hubungan seks. Setiap wanita mengalami perbedaan dalam tingkatan nyeri endometriosis. Perbedaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan besarnya lesi endometrium.

Beberapa wanita mengalami nyeri yang spesifik pada waktu tertentu dalam periode menstruasi. Sedangkan 1 dari 4 wanita lainnya mengalami nyeri pada keseluruhan periode menstruasi.

Endometriosis diperkirakan diderita 1 dari 10 wanita dalam masa reproduksi mereka. Di Indonesia, sebanyak 5% dari jumlah pasangan usia subur menderita endometriosis. "Dari 100% wanita perkotaan, 25% wanitanya berisiko menderita endometriosis," kata dr. Andon ketika ditemui di Hotel Le Meridien, Kamis (19/9). "Dari 100% penderita kista, 70% disebabkan oleh endometriosis," ungkap dr. Andon.

Jangan sampai terlambat sebab endometriosis bisa menyebabkan wanita sulit hamil. Ayo Selamatkan Wanita DARI KISTA.

dari : intisari
6:21 AM Unknown

Hindari Kerang & Kepiting

Bagi para wanita, berhati-hatilah bila gemar mengonsumsi makanan laut terutama kerang dan kepiting. Menurut para ahli, kerang dan kepiting dapat meningkatkan risiko munculnya jaringan rahim yang tumbuh di bagian lain tubuh. Gejala ini biasanya dikenal sebagai Endometriosis.

Endometriosis bisa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang rendah. Obesitas dan banyak mengkonsumsi makanan siap saji juga meningkatkan risiko terkena endometriosis. "Selain itu, makan makanan yang mengandung logam berat seperti kepiting dan kerang bisa memicu turunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh rentan terhadap endometriosis," dr. H. Andon Hestiantoro, Sp OG (K) Divisi Imunoendoktrinologi Reproduksi Dept. Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Endometriosis merupakan penyakit kronik dimana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) yang tumbuh di tempat lain di dalam tubuh. Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim disebabkan oleh darah menstruasi membalik dan masuk ke dalam rongga perut dan menempel.

Endometriosis menyebabkan rasa nyeri saat haid, buang air besar dan ketika melakukan hubungan seks. Setiap wanita mengalami perbedaan dalam tingkatan nyeri endometriosis. Perbedaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan besarnya lesi endometrium.

Beberapa wanita mengalami nyeri yang spesifik pada waktu tertentu dalam periode menstruasi. Sedangkan 1 dari 4 wanita lainnya mengalami nyeri pada keseluruhan periode menstruasi.

Endometriosis diperkirakan diderita 1 dari 10 wanita dalam masa reproduksi mereka. Di Indonesia, sebanyak 5% dari jumlah pasangan usia subur menderita endometriosis. "Dari 100% wanita perkotaan, 25% wanitanya berisiko menderita endometriosis," kata dr. Andon ketika ditemui di Hotel Le Meridien, Kamis (19/9). "Dari 100% penderita kista, 70% disebabkan oleh endometriosis," ungkap dr. Andon.

Jangan sampai terlambat sebab endometriosis bisa menyebabkan wanita sulit hamil. Ayo Selamatkan Wanita DARI KISTA.

dari : intisari

Monday, October 7, 2013

Cara Mengobati Kista Secara Alami


Ahlikista.blogspot.com - Postingan kali ini akan membahas tips praktis cara mengobati kista secara alami. Dalam postingan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian kista, apa itu kista ovarium, dan jenis-jenis kista. Sekedar mempersempit materi, pada postingan ini lebih terfokus pada kista ovarium sebagaimana banyaknya frekwensi kejadian mengenai penyakit ini.


Apa Saja yang Harus diperhatikan ?

Sebelum diambil tindakan pengobatan terhadap kista secara alami, sebaiknya diperhatikan hal-hal penting berikut ini :
1. Lakukan pemeriksaan secara terperinci melalui USG  untuk mengetahui berapa dimensi kista dan jumlahnya.
2. Bila diperlukan pemeriksaan lanjutan sesuai saran dokter.
3. Pilih obat herbal yang akan dikonsumsi dari sumber yang kredible.

Apakah Cukup Hanya Konsumsi Herbal Anti Kista ?

Menghilangkan kista dari rahim ternyata tidak cukup hanya dengan konsumsi obat kista alami, tapi jauh dari itu diperlukan tindakan pendamping sebagai sarana penanganan holistik cara mengobati kista secara alami. Apa sajakah itu ?
1. Berpantang makanan dan minuman tertentu.
Pola hidup yang salah berupa pola makan dan minum sering membuat wanita lemah sistem imunitasnya, yang pada gilirannya membuat kacau sistem hormonal dalam tubuhnya, menumpuk zat karsinogen tanpa ampun. Timbullah kista, pun diketahui setelah dimensinya besar karena sebagian kista memang tanpa gejala.
Mengobati kista haruslah dimulai dengan diet karsinogenik, membatasi asupan makanan dan minuman tertentu yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh & membuat senang kista bertahan dalam tubuh atau bahkan berkembang membesar menjadi tidak terkendali. Apa saja yang dipantang ? diantaranya : touge/biji tumbuh, sawi putih, kangkung, cabe, penyedap rasa sintetis, ikan asin, daging-dagingan, dll. Selain itu, lingkungan dengan udara yang bersih dan alami, juga menjauh dari berbagai bentuk radiasi.
2. Menambah Asupan Vitamin C
Vitamin C dosis tinggi diperlukan oleh penderita kista untuk menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh kista. Jenis-jenis vitamin yang baik adalah vitamin yang mengandung pertumbuhan sel-sel sehat dan semua sebaiknya diperoleh dalam keadaan masih segar. Berikut beberapa makanan dengan kadar kalium yang tinggi sebagai sumber vitamin C yang baik : Brokolo, lobak, wortel, apel, pisang raja, dll.
3. Maksimalkan intake oksigen
Kista cenderung menyukai lingkungan yang anaerob. Diperlukan aktivitas ekstra agar tubuh kaya akan oksigen, seperti dengan malakukan senam ringan, jalan pagi dan makan banyak makanan yang masih segar. Di samping itu diperlukan juga upaya peningkatan efektivitas organ yang menyerap oksigen dan memperlancar peredaran darah.

2:12 AM Unknown

Cara Mengobati Kista Secara Alami


Ahlikista.blogspot.com - Postingan kali ini akan membahas tips praktis cara mengobati kista secara alami. Dalam postingan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian kista, apa itu kista ovarium, dan jenis-jenis kista. Sekedar mempersempit materi, pada postingan ini lebih terfokus pada kista ovarium sebagaimana banyaknya frekwensi kejadian mengenai penyakit ini.


Apa Saja yang Harus diperhatikan ?

Sebelum diambil tindakan pengobatan terhadap kista secara alami, sebaiknya diperhatikan hal-hal penting berikut ini :
1. Lakukan pemeriksaan secara terperinci melalui USG  untuk mengetahui berapa dimensi kista dan jumlahnya.
2. Bila diperlukan pemeriksaan lanjutan sesuai saran dokter.
3. Pilih obat herbal yang akan dikonsumsi dari sumber yang kredible.

Apakah Cukup Hanya Konsumsi Herbal Anti Kista ?

Menghilangkan kista dari rahim ternyata tidak cukup hanya dengan konsumsi obat kista alami, tapi jauh dari itu diperlukan tindakan pendamping sebagai sarana penanganan holistik cara mengobati kista secara alami. Apa sajakah itu ?
1. Berpantang makanan dan minuman tertentu.
Pola hidup yang salah berupa pola makan dan minum sering membuat wanita lemah sistem imunitasnya, yang pada gilirannya membuat kacau sistem hormonal dalam tubuhnya, menumpuk zat karsinogen tanpa ampun. Timbullah kista, pun diketahui setelah dimensinya besar karena sebagian kista memang tanpa gejala.
Mengobati kista haruslah dimulai dengan diet karsinogenik, membatasi asupan makanan dan minuman tertentu yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh & membuat senang kista bertahan dalam tubuh atau bahkan berkembang membesar menjadi tidak terkendali. Apa saja yang dipantang ? diantaranya : touge/biji tumbuh, sawi putih, kangkung, cabe, penyedap rasa sintetis, ikan asin, daging-dagingan, dll. Selain itu, lingkungan dengan udara yang bersih dan alami, juga menjauh dari berbagai bentuk radiasi.
2. Menambah Asupan Vitamin C
Vitamin C dosis tinggi diperlukan oleh penderita kista untuk menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh kista. Jenis-jenis vitamin yang baik adalah vitamin yang mengandung pertumbuhan sel-sel sehat dan semua sebaiknya diperoleh dalam keadaan masih segar. Berikut beberapa makanan dengan kadar kalium yang tinggi sebagai sumber vitamin C yang baik : Brokolo, lobak, wortel, apel, pisang raja, dll.
3. Maksimalkan intake oksigen
Kista cenderung menyukai lingkungan yang anaerob. Diperlukan aktivitas ekstra agar tubuh kaya akan oksigen, seperti dengan malakukan senam ringan, jalan pagi dan makan banyak makanan yang masih segar. Di samping itu diperlukan juga upaya peningkatan efektivitas organ yang menyerap oksigen dan memperlancar peredaran darah.

 Siklus Menstruasi Tidak Teratur ? Kenapa?


Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Beberapa orang mengalami 10 – 11 kali per tahun.  Ada orang-orang yang mengalaminya 13 kali per tahun. Hal ini terjadi karena setiap wanita memiliki keunikan sendiri yang mempengaruhi hormon kesuburan.

Siklus menstruasi normal menggambarkan proses yang baik pertumbuhan telur. Idealnya, wanita mengalami siklus menstruasi antara 21 – 35 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya.

Wanita umumnya mengalami ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menstruasi tidak teratur dalam beberapa tahun pertama menstruasi dan menjelang menopause.

Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita, seperti dikutip Times of India.
  • Berat tidak stabil. Peningkatkan drastis atau penurunan berat badan mempenggaruhi sistem seluruh tubuh. Tentu saja ini juga mempengaruhi hormon yang secara otomatis berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi.
  • Gangguan makan. Kondisi tubuh yang menolak makanan karena ingin membiasakan diri selalu merasa lapar (anoreksia), kebiasaan makan banyak makanan dan kemudian dimuntahkan (bulimia), serta obsesi pada diet yang baik dan diet sehat (orthorexic nervosa) dapat mengganggu siklus bulanan wanita.
  • Aktivitas berat. Beberapa wanita yang menjalani olahraga berat atau kegiatan yang sangat melelahkan juga berisiko siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Stres. Gaya hidup penuh stres, penyakit, keluarga berencana, pengobatan, dan masalah hormon dapat menyebabkan perubahan dalam produksi hormon. Sementara, hormon dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang terjadinya menstruasi.
  • Menyusui. Wanita yang menyusui selama lebih dari setahun setelah melahirkan tidak akan memiliki siklus menstruasi teratur. Tapi, ini tidak berarti Anda tidak bisa hamil. Jika ingin menunda kehamilan, jangan meremehkan siklus yang tidak teratur selama masa menyusui. Terus gunakan kontrasepsi untuk menghindari kehamilan.
  • Masalah kesehatan. Faktor lainnya adalah kegagalan pelepasan oleh rahim yang disebabkan oleh operasi, kemoterapi, atau menggunakan terapi radiasi di pinggul wanita. Para ahli juga mengatakan, penyimpangan siklus juga terjadi karena penyakit seperti tuberkulosis, hati, dan diabetes.
Kadang-kadang tidak ada alasan yang jelas mengapa wanita mengalami siklus tidak teratur. Cobalah untuk tenang. Mungkin ada ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak pasti. Yang pasti, lakukan tes kehamilan atau pergilah ke dokter.
1:45 AM Unknown
 Siklus Menstruasi Tidak Teratur ? Kenapa?


Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Beberapa orang mengalami 10 – 11 kali per tahun.  Ada orang-orang yang mengalaminya 13 kali per tahun. Hal ini terjadi karena setiap wanita memiliki keunikan sendiri yang mempengaruhi hormon kesuburan.

Siklus menstruasi normal menggambarkan proses yang baik pertumbuhan telur. Idealnya, wanita mengalami siklus menstruasi antara 21 – 35 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya.

Wanita umumnya mengalami ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menstruasi tidak teratur dalam beberapa tahun pertama menstruasi dan menjelang menopause.

Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita, seperti dikutip Times of India.
  • Berat tidak stabil. Peningkatkan drastis atau penurunan berat badan mempenggaruhi sistem seluruh tubuh. Tentu saja ini juga mempengaruhi hormon yang secara otomatis berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi.
  • Gangguan makan. Kondisi tubuh yang menolak makanan karena ingin membiasakan diri selalu merasa lapar (anoreksia), kebiasaan makan banyak makanan dan kemudian dimuntahkan (bulimia), serta obsesi pada diet yang baik dan diet sehat (orthorexic nervosa) dapat mengganggu siklus bulanan wanita.
  • Aktivitas berat. Beberapa wanita yang menjalani olahraga berat atau kegiatan yang sangat melelahkan juga berisiko siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Stres. Gaya hidup penuh stres, penyakit, keluarga berencana, pengobatan, dan masalah hormon dapat menyebabkan perubahan dalam produksi hormon. Sementara, hormon dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang terjadinya menstruasi.
  • Menyusui. Wanita yang menyusui selama lebih dari setahun setelah melahirkan tidak akan memiliki siklus menstruasi teratur. Tapi, ini tidak berarti Anda tidak bisa hamil. Jika ingin menunda kehamilan, jangan meremehkan siklus yang tidak teratur selama masa menyusui. Terus gunakan kontrasepsi untuk menghindari kehamilan.
  • Masalah kesehatan. Faktor lainnya adalah kegagalan pelepasan oleh rahim yang disebabkan oleh operasi, kemoterapi, atau menggunakan terapi radiasi di pinggul wanita. Para ahli juga mengatakan, penyimpangan siklus juga terjadi karena penyakit seperti tuberkulosis, hati, dan diabetes.
Kadang-kadang tidak ada alasan yang jelas mengapa wanita mengalami siklus tidak teratur. Cobalah untuk tenang. Mungkin ada ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak pasti. Yang pasti, lakukan tes kehamilan atau pergilah ke dokter.